Pernyataan tersebut datang dalam sebuah simposium politik berjudul "Gaza tidak akan bisa dipecahkan" yang diselenggarakan oleh Jihad Islam pada hari Ahad malam lalu di selatan kamp pengungsi Wasta Libanon.
Petinggi Senior Jihad Islam Abu Sami Moussa menyatakan dalam sambutannya bahwa dua tahun setelah perang Israel terakhir di Jalur Gaza, dampak kerusakan yang masih ada dan ancaman perang Israel tidak pernah berhenti, namun dia menekankan bahwa keinginan warga Gaza yang kuat dan tidak bisa dipatahkan.
"Orang-orang kami bercita-cita untuk kebebasan melalui perlawanan bersenjata dan bukan proyek perdamaian yang dituduhkan," sorot Moussa.
Ia memperingatkan negara pendudukan Israel bahwa setiap tindakan militer terhadap masyarakat Gaza akan membuat pemukiman dan kota-kota mereka di bawah api serangan roket.

0 komentar:
Posting Komentar